
Katarak dibiarkan terlalu lama dapat menyebabkan penglihatan semakin terganggu. Karena perkembangannya terjadi secara perlahan, sebagian orang mungkin tidak menyadari perubahan pada penglihatannya dan memilih menunda pemeriksaan.
Awalnya, penglihatan mungkin hanya terasa sedikit berkabut atau lebih mudah silau ketika melihat cahaya. Namun, seiring berjalannya waktu, kekeruhan pada lensa mata dapat semakin berkembang dan membuat penglihatan semakin terganggu.
Lalu, apa yang terjadi jika katarak dibiarkan terlalu lama? Apakah kondisinya dapat semakin parah? Yuk, kenali risikonya agar kesehatan mata tetap terjaga.
Apa yang Terjadi Jika Katarak Dibiarkan Terlalu Lama?
Katarak terjadi ketika lensa mata yang seharusnya jernih mengalami kekeruhan. Lensa memiliki peran penting dalam membantu memfokuskan cahaya yang masuk ke mata sehingga kita dapat melihat dengan jelas.
Jika katarak dibiarkan terlalu lama, kekeruhan pada lensa dapat semakin berkembang dan membuat kualitas penglihatan menurun. Kondisi ini dapat membuat aktivitas sehari-hari menjadi lebih sulit.
Seiring bertambahnya usia, struktur dan protein pada lensa mata dapat mengalami perubahan. Perubahan tersebut dapat menyebabkan lensa menjadi semakin keruh dan akhirnya memengaruhi kualitas penglihatan.
Perkembangan katarak pada setiap orang dapat berbeda. Ada yang berkembang secara perlahan selama bertahun-tahun, tetapi ada juga yang mengalami penurunan penglihatan lebih cepat karena kondisi tertentu.
Karena itu, perubahan pada penglihatan sebaiknya tidak dianggap sebagai bagian normal dari bertambahnya usia tanpa melakukan pemeriksaan terlebih dahulu.
Penglihatan Semakin Buram dan Mengganggu Aktivitas
Salah satu dampak utama ketika katarak semakin berkembang adalah penurunan kualitas penglihatan. Pandangan yang sebelumnya hanya sedikit berkabut dapat menjadi semakin buram.
Kondisi tersebut tentu dapat memengaruhi aktivitas sehari-hari. Membaca tulisan kecil, melihat layar, mengenali wajah seseorang dari kejauhan hingga berkendara dapat menjadi lebih sulit.
Penderita katarak juga dapat merasa membutuhkan pencahayaan yang lebih terang ketika melakukan aktivitas tertentu. Jika sudah sampai pada tahap tersebut, katarak tidak hanya memengaruhi kondisi mata, tetapi juga dapat membatasi aktivitas sehari-hari.
Lebih Mudah Silau Terhadap Cahaya
Katarak juga dapat menyebabkan seseorang menjadi lebih sensitif terhadap cahaya. Lampu kendaraan, sinar matahari, atau pencahayaan yang terlalu terang dapat terasa menyilaukan.
Pada malam hari, kondisi ini bisa terasa semakin mengganggu. Cahaya dari lampu kendaraan dapat terlihat menyebar atau memiliki lingkaran di sekitarnya. Akibatnya, aktivitas seperti berkendara pada malam hari dapat menjadi lebih sulit.
Jika keluhan silau mulai sering muncul bersamaan dengan penglihatan yang semakin buram, pemeriksaan mata sebaiknya segera dilakukan untuk mengetahui penyebabnya.
Katarak Dapat Menjadi Semakin Matang
Katarak yang terus berkembang dapat mencapai tahap yang lebih lanjut atau sering disebut sebagai katarak matur. Pada kondisi ini, kekeruhan lensa sudah semakin luas sehingga kemampuan melihat dapat menurun secara signifikan.
Ketika penglihatan semakin menurun, penderita mungkin mulai mengalami kesulitan dalam menjalani aktivitas secara mandiri. Aktivitas sederhana seperti berjalan di tempat yang kurang terang, membaca, atau mengenali benda di sekitar dapat menjadi lebih sulit.
Karena perkembangan katarak dapat berbeda pada setiap orang, pemeriksaan oleh dokter mata diperlukan untuk mengetahui tingkat kekeruhan lensa dan kondisi mata secara keseluruhan.
Risiko Komplikasi pada Katarak Stadium Lanjut
Selain menyebabkan penurunan penglihatan, katarak yang sudah berada pada stadium lanjut pada kondisi tertentu juga dapat berkaitan dengan komplikasi pada mata.
Perubahan pada lensa yang semakin lanjut dapat memengaruhi kondisi di dalam mata dan pada kasus tertentu dapat menyebabkan peningkatan tekanan bola mata atau memicu glaukoma sekunder.
Glaukoma merupakan kondisi yang dapat menyebabkan kerusakan pada saraf mata. Oleh karena itu, katarak sebaiknya tidak dibiarkan berkembang tanpa pemantauan dari dokter mata.
Bukan berarti setiap penderita katarak pasti akan mengalami komplikasi tersebut. Namun, pemeriksaan tetap penting agar perkembangan katarak dan kondisi kesehatan mata lainnya dapat dipantau dengan baik.
Apakah Harus Menunggu Katarak Matang untuk Operasi?
Masih ada anggapan bahwa operasi katarak harus menunggu sampai katarak benar-benar matang. Padahal, penentuan waktu tindakan tidak hanya berdasarkan tingkat kematangan katarak.
Dokter mata akan mempertimbangkan kondisi mata, tingkat penurunan penglihatan, kebutuhan aktivitas sehari-hari, serta kondisi kesehatan pasien sebelum menentukan penanganan yang sesuai.
Apabila katarak sudah membuat aktivitas sehari-hari terganggu, pasien dapat berkonsultasi dengan dokter mata untuk mengetahui pilihan penanganan yang tepat.
Pada operasi katarak, lensa alami yang telah mengalami kekeruhan akan ditangani dan digantikan dengan lensa intraokular atau lensa tanam untuk membantu mengembalikan fungsi penglihatan.

Jangan Tunggu Penglihatan Semakin Terganggu
Katarak memang umumnya berkembang secara perlahan, tetapi bukan berarti kondisinya dapat terus dibiarkan. Semakin berkembang kekeruhan pada lensa, penglihatan dapat semakin menurun dan aktivitas sehari-hari pun menjadi lebih terbatas.
Jika mulai mengalami penglihatan buram, mudah silau, sulit melihat pada malam hari, atau perubahan penglihatan lainnya, sebaiknya lakukan pemeriksaan mata.
Pemeriksaan sejak dini membantu mengetahui kondisi katarak sekaligus menentukan penanganan yang sesuai. Jadi, jangan menunggu sampai penglihatan semakin terganggu untuk mulai memperhatikan kesehatan mata.
Yuk, lakukan pemeriksaan mata dan konsultasikan kondisi penglihatan dengan dokter mata untuk mendapatkan penanganan yang sesuai.
