BerandaBerita KatarakKatarak Usia Muda: 5 Penyebab yang Wajib Diwaspadai

Katarak Usia Muda: 5 Penyebab yang Wajib Diwaspadai

Katarak usia muda kini menjadi salah satu masalah kesehatan mata yang perlu mendapat perhatian. Banyak orang menganggap katarak hanya dialami oleh lansia. Padahal, kondisi ini juga bisa terjadi pada usia produktif akibat berbagai faktor, mulai dari diabetes hingga cedera mata.

Katarak usia muda dapat menyebabkan penglihatan menjadi buram dan mengganggu aktivitas sehari-hari. Oleh karena itu, penting untuk mengenali penyebab, gejala, serta penanganannya sejak dini.

Kondisi ini mulai menjadi perhatian karena sejumlah faktor, seperti diabetes, cedera mata, hingga paparan sinar ultraviolet, dapat meningkatkan risiko katarak pada usia produktif.

Lantas, apa saja penyebab katarak usia muda dan bagaimana cara mengenali gejalanya? Simak penjelasan berikut!

Katarak Usia Muda, Mengapa Bisa Terjadi?

Katarak merupakan kondisi ketika lensa mata yang seharusnya jernih berubah menjadi keruh. Akibatnya, cahaya sulit masuk dengan optimal sehingga penglihatan menjadi buram, seperti melihat melalui kaca yang berkabut.

Menurut Kementerian Kesehatan RI, katarak masih menjadi salah satu masalah kesehatan mata terbesar di Indonesia. Bahkan, kondisi ini menjadi penyebab utama kebutaan pada kelompok usia di atas 50 tahun.

Meski lebih sering terjadi pada lansia, katarak juga dapat ditemukan pada usia muda akibat kondisi kesehatan tertentu maupun faktor lingkungan.

Inilah mengapa menjaga kesehatan mata sejak usia produktif menjadi penting, terutama bagi seseorang yang memiliki faktor risiko katarak.

5 Penyebab Katarak Usia Muda yang Perlu Diwaspadai

Katarak di Usia Muda
Kenali 5 Penyebab yang Sering Diabaikan!

Ada beberapa faktor yang dapat meningkatkan risiko terjadinya katarak usia muda, di antaranya:

1. Diabetes yang Tidak Terkontrol

Kadar gula darah yang tinggi dalam jangka panjang dapat memengaruhi kondisi lensa mata. Hal ini membuat penderita diabetes memiliki risiko lebih tinggi mengalami katarak lebih awal.

2. Paparan Sinar Ultraviolet (UV)

Terlalu sering beraktivitas di bawah sinar matahari tanpa perlindungan mata dapat meningkatkan risiko kerusakan lensa akibat paparan sinar UV dalam jangka panjang.

3. Cedera atau Benturan pada Mata

Cedera akibat kecelakaan, benturan, atau benda tajam dapat merusak struktur lensa mata. Katarak akibat cedera bahkan bisa muncul beberapa waktu setelah kejadian.

4. Penggunaan Obat Steroid Jangka Panjang

Penggunaan obat kortikosteroid tertentu dalam jangka panjang, termasuk obat tetes mata yang mengandung steroid, dapat meningkatkan risiko katarak. Oleh karena itu, penggunaannya harus sesuai pengawasan dokter.

5. Kebiasaan Merokok

Kandungan zat berbahaya dalam rokok dapat meningkatkan stres oksidatif pada jaringan tubuh, termasuk lensa mata. Kebiasaan merokok menjadi salah satu faktor yang berkaitan dengan meningkatnya risiko katarak.

Kenali Gejala Katarak Usia Muda yang Sering Diabaikan

Gejala katarak usia muda umumnya berkembang secara perlahan. Pada tahap awal, gangguan penglihatan mungkin belum terlalu terasa sehingga sering dianggap sebagai masalah mata biasa.

Beberapa gejala yang perlu diperhatikan antara lain:

  • Penglihatan mulai buram atau seperti berkabut.
  • Mata menjadi lebih sensitif terhadap cahaya terang.
  • Kesulitan melihat dengan jelas pada malam hari.
  • Warna benda terlihat lebih pudar atau kekuningan.
  • Ukuran kacamata sering berubah, tetapi penglihatan tetap kurang jelas.

Gejala tersebut tidak selalu menandakan katarak karena bisa berkaitan dengan gangguan mata lainnya. Oleh karena itu, pemeriksaan oleh dokter spesialis mata diperlukan untuk mengetahui penyebabnya.

Apakah Katarak Usia Muda Bisa Sembuh Tanpa Operasi?

Salah satu pertanyaan yang sering muncul adalah apakah katarak bisa disembuhkan hanya dengan obat tetes mata atau penggunaan kacamata.

Hingga saat ini, operasi merupakan satu-satunya tindakan yang terbukti dapat menghilangkan katarak. Kacamata mungkin membantu penglihatan pada tahap awal, tetapi tidak dapat mengembalikan kejernihan lensa yang sudah mengalami katarak.

Salah satu metode operasi yang digunakan adalah fakoemulsifikasi atau phacoemulsification. Melalui metode ini, lensa mata yang keruh dihancurkan menggunakan gelombang ultrasonik, kemudian diganti dengan lensa buatan.

Namun, tidak semua pasien katarak harus langsung menjalani operasi. Dokter akan mempertimbangkan kondisi mata, tingkat gangguan penglihatan, serta kebutuhan aktivitas pasien sebelum menentukan penanganan yang tepat.

Cara Mengurangi Risiko Katarak Usia Muda Sejak Dini

Meskipun tidak semua kasus katarak dapat dicegah, ada beberapa langkah yang bisa dilakukan untuk membantu mengurangi risikonya.

Pertama, gunakan kacamata dengan perlindungan UV ketika beraktivitas di luar ruangan untuk membantu melindungi mata dari paparan sinar matahari.

Kedua, kontrol kadar gula darah terutama bagi seseorang yang memiliki riwayat diabetes. Pengelolaan diabetes yang baik dapat membantu mengurangi risiko berbagai komplikasi pada mata.

Ketiga, hindari kebiasaan merokok dan terapkan pola hidup sehat untuk mendukung kesehatan mata secara keseluruhan.

Keempat, gunakan obat sesuai anjuran dokter, terutama obat yang mengandung steroid.

Kelima, lakukan pemeriksaan mata secara berkala, terutama jika memiliki faktor risiko atau mulai mengalami perubahan penglihatan.

Jangan Abaikan Perubahan Penglihatan, Periksa Mata di KMU!

Katarak bukan hanya masalah kesehatan mata pada lansia. Kondisi ini juga dapat terjadi pada usia muda dan memengaruhi kenyamanan saat bekerja, membaca, maupun menjalani aktivitas sehari-hari.

Jika penglihatan mulai buram, sering silau, atau tidak membaik meskipun sudah menggunakan kacamata, jangan abaikan keluhannya.

Yuk, konsultasikan kesehatan mata Anda bersama dokter spesialis mata di RS & Klinik Mata KMU!

Untuk informasi layanan dan pendaftaran, kunjungi website resmi atau hubungi layanan RS & Klinik Mata KMU terdekat.

RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Most Popular

Recent Comments