Katarak merupakan salah satu penyebab gangguan penglihatan yang paling sering terjadi di dunia. Banyak orang menganggap bahwa katarak hanya disebabkan oleh faktor usia. Padahal, berbagai penelitian menunjukkan bahwa Radiasi Percepat Timbulnya Katarak.
Bagi masyarakat Indonesia yang tinggal di wilayah tropis dengan intensitas sinar matahari tinggi sepanjang tahun, risiko ini perlu mendapat perhatian khusus. Paparan sinar UV yang terjadi terus-menerus dalam jangka panjang dapat mempercepat kerusakan pada lensa mata sehingga meningkatkan risiko terbentuknya katarak.
Apa Hubungan Radiasi UV dengan Katarak?
Katarak terjadi ketika lensa mata yang normalnya jernih menjadi keruh sehingga cahaya sulit mencapai retina. Kondisi ini menyebabkan penglihatan menjadi kabur, silau, dan semakin menurun seiring waktu.
Menurut World Health Organization (WHO) dan American Academy of Ophthalmology, paparan sinar ultraviolet, terutama UV-B, merupakan salah satu faktor risiko yang berkontribusi terhadap perkembangan katarak. Radiasi UV dapat menyebabkan kerusakan oksidatif pada protein lensa mata yang pada akhirnya memicu kekeruhan lensa. Kondisi tersebut dapat mempercepat munculnya katarak dibandingkan proses penuaan normal.
Selain faktor usia, risiko katarak juga meningkat pada individu yang:
- Sering beraktivitas di bawah sinar matahari tanpa pelindung mata.
- Memiliki riwayat diabetes.
- Merokok.
- Mengonsumsi kortikosteroid dalam jangka panjang.
- Pernah mengalami trauma atau cedera mata
Indonesia Sebagai Negara Tropis
Sebagai negara tropis, Indonesia mendapatkan paparan sinar matahari yang relatif tinggi sepanjang tahun. Kondisi ini membuat masyarakat memiliki risiko paparan UV yang lebih besar dibandingkan negara dengan empat musim.
Menurut dr. Uyik Unari, SpM Direktur RS & Klinik Mata KMU, penggunaan pelindung mata yang tepat menjadi langkah penting untuk mengurangi dampak buruk sinar ultraviolet terhadap kesehatan mata.
“Pergunakan kacamata secara tepat untuk mencegah paparan ultraviolet yang berlebih.”
Penggunaan kacamata dengan perlindungan UV saat beraktivitas di luar ruangan dapat membantu mengurangi jumlah radiasi yang masuk ke mata dan melindungi lensa dari kerusakan jangka panjang.
Katarak Lebih Banyak Ditemukan pada Usia di Atas 50 Tahun
Sebagian besar kasus katarak memang ditemukan pada kelompok usia lanjut, terutama mereka yang berusia di atas 50 tahun.
Seiring bertambahnya usia, protein dalam lensa mata mengalami perubahan yang menyebabkan lensa menjadi semakin keruh. Namun, faktor lingkungan seperti paparan sinar UV dapat mempercepat proses tersebut sehingga gejala katarak muncul lebih dini.
Gejala Katarak yang Perlu Diwaspadai
Beberapa tanda dan gejala katarak meliputi:
- Penglihatan kabur seperti berkabut.
- Silau saat melihat lampu atau sinar matahari.
- Sulit melihat pada malam hari.
- Warna terlihat lebih kusam atau kekuningan.
- Sering berganti ukuran kacamata.
- Penglihatan ganda pada satu mata
Apabila gejala tersebut mulai dirasakan, pemeriksaan mata menyeluruh sangat dianjurkan agar penanganan dapat dilakukan lebih cepat.
Apakah Katarak Bisa Diobati dengan Obat atau Kacamata?
Hingga saat ini, katarak tidak dapat disembuhkan dengan obat tetes mata, obat minum, maupun kacamata. Kacamata hanya membantu memperbaiki kualitas penglihatan sementara pada tahap awal, tetapi tidak dapat menghilangkan kekeruhan pada lensa mata.
Satu-satunya terapi yang terbukti efektif untuk mengatasi katarak adalah operasi katarak, yaitu prosedur penggantian lensa mata yang keruh dengan lensa tanam buatan (Intraocular Lens/IOL).
Teknologi Operasi Katarak Modern dengan Phacoemulsifikasi
Perkembangan teknologi operasi katarak saat ini memungkinkan operasi katarak dilakukan dengan lebih nyaman dan proses pemulihan yang lebih cepat.
Salah satu teknik yang banyak digunakan adalah phacoemulsifikasi, yaitu prosedur operasi katarak menggunakan gelombang ultrasonik untuk menghancurkan lensa yang keruh sebelum dikeluarkan dan digantikan dengan lensa tanam.
Keunggulan teknik phacoemulsifikasi antara lain:
- Sayatan sangat kecil.
- Umumnya tanpa jahitan.
- Waktu operasi relatif singkat.
- Pemulihan penglihatan lebih cepat.
- Pasien dapat kembali beraktivitas lebih cepat.
- Mata umumnya tidak perlu ditutup dalam waktu lama setelah operasi.
Dengan dukungan dokter spesialis mata yang tersertifikasi dan teknologi modern, prosedur ini telah menjadi standar pelayanan operasi katarak modern.

Cara Mencegah Risiko Katarak Akibat Radiasi UV
Meskipun tidak semua kasus katarak dapat dicegah, beberapa langkah berikut dapat membantu menurunkan risiko:
- Menggunakan kacamata dengan perlindungan UV 100%.
- Menggunakan topi bertepi lebar saat berada di luar ruangan.
- Menghindari paparan sinar matahari berlebihan terutama pada pukul 10.00–14.00.
- Tidak merokok.
- Mengontrol kadar gula darah bagi penderita diabetes.
- Melakukan pemeriksaan mata secara rutin, terutama setelah usia 40 tahun.
- Percayakan Operasi Katarak di Eyelink Group
Jika Anda atau anggota keluarga mulai mengalami gejala katarak, jangan menunggu hingga penglihatan semakin terganggu.
Rekomendasi tempat untuk pemeriksaan mata dan tindakan yang fokus dengan Operasi Katarak adalah Eyelink Group melalui jaringan layanan kesehatan matanya, termasuk National Eye Center dan RS & Klinik Mata KMU, menyediakan layanan pemeriksaan dan operasi katarak dengan dukungan dokter spesialis mata berpengalaman serta teknologi phacoemulsifikasi modern.
Dengan pelayanan yang terintegrasi, proses diagnosis hingga tindakan dapat dilakukan secara lebih nyaman, aman, dan sesuai kebutuhan pasien.
Paparan radiasi ultraviolet yang berlebihan dapat mempercepat timbulnya katarak. Semakin dini katarak terdeteksi, semakin cepat pula penanganan yang dapat dilakukan untuk menjaga kualitas penglihatan.
Jadwalkan pemeriksaan mata Anda setidaknya 6 bulan sekali untuk memastikan kondisi mata secara menyeluruh.
