BerandaBerita KatarakSemua Manusia Bisa Terkena Katarak, Benarkah? Ini Faktanya

Semua Manusia Bisa Terkena Katarak, Benarkah? Ini Faktanya

Katarak sering dianggap sebagai penyakit yang hanya dialami oleh lansia. Padahal, faktanya Semua Manusia Bisa Terkena Katarak. Perbedaannya hanya pada waktu kemunculan, tingkat keparahan, dan faktor risiko yang dimiliki masing-masing individu

Kondisi ini terjadi ketika lensa mata yang seharusnya jernih menjadi keruh sehingga cahaya sulit masuk ke retina. Akibatnya, penglihatan menjadi kabur, silau, dan semakin menurun seiring waktu.

Apa Itu Katarak?

Katarak adalah kondisi ketika lensa mata mengalami kekeruhan akibat perubahan struktur protein di dalam lensa. Pada mata yang sehat, lensa berfungsi memfokuskan cahaya agar objek terlihat jelas. Ketika katarak terbentuk, cahaya tidak dapat diteruskan secara optimal sehingga kualitas penglihatan menurun.

Menurut para ahli, sebagian besar kasus katarak terjadi karena proses penuaan alami. Seiring bertambahnya usia, protein pada lensa mata mulai menggumpal dan membentuk area keruh yang menghalangi masuknya cahaya.

Mengapa Semua Manusia Bisa Terkena Katarak?

Secara biologis, lensa mata akan terus mengalami perubahan sepanjang hidup. Setelah usia sekitar 40 tahun, protein pada lensa mulai mengalami degradasi alami yang meningkatkan risiko terbentuknya katarak. Karena proses penuaan adalah sesuatu yang dialami semua manusia, maka pada dasarnya setiap orang memiliki risiko terkena katarak.

Bahkan, data dari National Eye Institute menunjukkan bahwa katarak merupakan kondisi yang sangat umum terjadi pada usia lanjut. Lebih dari setengah populasi usia 80 tahun ke atas pernah mengalami katarak atau menjalani operasi katarak. Namun, bukan berarti katarak hanya muncul pada lansia.

Katarak Bisa Terjadi di Usia Muda

Meski penuaan menjadi penyebab utama, katarak juga dapat muncul pada usia produktif, bahkan pada anak-anak. Beberapa faktor yang dapat mempercepat atau meningkatkan risiko terjadinya katarak antara lain:

  • Diabetes
  • Riwayat cedera atau trauma pada mata
  • Paparan sinar ultraviolet (UV) berlebihan
  • Kebiasaan merokok
  • Konsumsi alkohol berlebihan
  • Penggunaan obat kortikosteroid dalam jangka panjang
  • Riwayat operasi mata tertentu
  • Faktor genetik atau keturunan

Karena itu, seseorang yang masih berusia muda tetap bisa mengalami katarak apabila memiliki faktor risiko tersebut.

Operasi Retina Mata di Lamongan

Gejala Katarak yang Perlu Diwaspadai

Pada tahap awal, katarak sering kali tidak menimbulkan keluhan yang signifikan. Namun seiring perkembangannya, beberapa gejala berikut dapat muncul.

  1. Penglihatan Kabur
    Objek terlihat berkabut atau seperti tertutup lapisan tipis.
  2. Silau Berlebihan
    Lampu kendaraan, sinar matahari, atau cahaya ruangan terasa lebih menyilaukan dari biasanya.
  3. Sulit Melihat di Malam Hari
    Kemampuan melihat dalam kondisi minim cahaya semakin berkurang.
  4. Warna Terlihat Pudar
    Warna objek tampak kurang cerah dibanding sebelumnya.
  5. Sering Ganti Ukuran Kacamata
    Perubahan kualitas penglihatan membuat ukuran kacamata terasa tidak lagi sesuai.

Jika gejala-gejala tersebut mulai dirasakan, pemeriksaan mata secara menyeluruh sangat dianjurkan untuk mengetahui penyebabnya.

Apakah Katarak Bisa Disembuhkan?

Hingga saat ini, operasi katarak merupakan satu-satunya terapi yang terbukti efektif untuk menghilangkan katarak dan mengembalikan kualitas penglihatan. Operasi dilakukan dengan mengangkat lensa yang keruh dan menggantinya dengan lensa tanam (intraocular lens/IOL) yang jernih.

Teknologi operasi katarak modern saat ini memungkinkan prosedur dilakukan dengan cepat, minim nyeri, dan tingkat keberhasilan yang sangat tinggi apabila ditangani oleh dokter mata yang berpengalaman. Beberapa rekomendasi yang keraop menggaungkan Operasi Katarak, diantaranya jejaring Eyelink Group seperti RS & Klinik Mata KMU hingga National Eye Center. 

Bisakah Katarak Dicegah?

Karena faktor usia merupakan penyebab utama, katarak tidak selalu dapat dicegah sepenuhnya. Namun, risiko dan kecepatan perkembangannya dapat dikurangi dengan cara:

  • Menggunakan kacamata pelindung UV saat beraktivitas di luar ruangan
  • Mengontrol kadar gula darah bagi penderita diabetes
  • Menghindari kebiasaan merokok
  • Membatasi konsumsi alkohol
  • Menjalani pemeriksaan mata rutin terutama setelah usia 40 tahun
  • Jangan Tunggu Katarak Mengganggu Aktivitas Anda

Karena setiap orang berpotensi mengalami katarak, penting untuk mengenali gejalanya sejak dini dan melakukan pemeriksaan mata secara berkala. Penanganan yang tepat dapat membantu menjaga kualitas penglihatan dan mencegah gangguan yang lebih berat.

RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Most Popular

Recent Comments