BerandaUncategorizedMitos Atau Fakta Mata Katarak Hanya Diderita Orang Tua

Mitos Atau Fakta Mata Katarak Hanya Diderita Orang Tua

“Katarak? Ah, itu kan penyakit orang tua.” Pasti kamu pernah dengar pendapat yang seperti ini, kan? Banyak orang berpikir bahwa katarak hanya dialami oleh mereka yang sudah lanjut usia saja. Tapi, apakah benar pendapat tersebut? Padahal, faktanya tidak sesederhana itu! Memang kebanyakan penderita katarak adalah mereka yang sudah berusia senja. Gejala-gejala yang dialami juga banyak ditemui pada orang-orang dewasa yang hampir usia lansia. 

Namun sebenarnya, mata katarak bisa terjadi pada siapa saja. Termasuk anak muda dan bahkan bayi yang baru lahir. Penasaran kenapa bisa begitu? Yuk, baca sampai habis biar nggak terjebak mitos soal katarak dan tahu cara menjaga kesehatan mata dengan lebih baik!

Bagaimana Mata Katarak Dapat Terjadi?

Katarak adalah kondisi ketika lensa mata menjadi keruh dan mengganggu penglihatan. Mata keruh pada Katarak terjadi karena lensa mata, yang biasanya jernih dan transparan, mengalami perubahan struktur protein. Bayangkan seperti melihat dunia lewat kaca jendela yang berembun. Penglihatan jadi buram, silau saat melihat cahaya, dan lama-kelamaan makin sulit membedakan warna atau detail. Jika dibiarkan, mata Katarak bisa membuat penglihatan pudar hingga berujung kebutaan. Namun tenang saja karena penyakit ini dapat disembuhkan dengan Operasi Katarak.

Katarak Hanya Dialami Orang Tua: Benarkah?

Ada anggapan bahwa katarak hanya menyerang orang lanjut usia, tapi ini mitos. Memang benar katarak sering terjadi pada orang di atas 60 tahun. Tapi faktanya, katarak bisa muncul pada usia berapa pun. Banyak faktor selain penuaan yang bisa memicu keruhnya lensa mata. Bahkan anak muda dan bayi yang baru lahir juga bisa mengalami mata katarak. Jadi, usia bukan satu-satunya faktor risiko dan bukan hanya masalah orang tua saja. 

Baca Juga : 
Operasi Katarak Gratis
Lasik

    Siapa Saja yang Bisa Terkena Mata Katarak?

    Seperti yang sudah disinggung sebelumnya selain yang sudah lansia, mata katarak juga bisa dialami oleh yang masih muda juga. Namun juga tidak serta merta semua orang akan mengalaminya. Ada beberapa faktor yang akan meningkatkan resiko terkena gangguan penglihatan ini. Berikut beberapa kondisi yang meningkatkan risiko terkena katarak, tak peduli usia:

    1. Katarak Kongenital (Bawaan Lahir)

    Bayi bisa terlahir dengan katarak akibat infeksi, gangguan metabolisme, atau faktor genetik selama kehamilan. Katarak kongenital ini bisa mempengaruhi penglihatan sejak dini.

    1. Katarak Trauma

    Cedera fisik pada mata, seperti benturan atau kecelakaan, bisa merusak lensa dan mempercepat terjadinya mata katarak, meski pada orang muda.

    1. Paparan Sinar UV Berlebih

    Terlalu sering terpapar sinar matahari tanpa perlindungan kacamata UV bisa mempercepat perubahan pada lensa mata, sehingga katarak bisa muncul lebih cepat.

    1. Penyakit Sistemik Seperti Diabetes

    Katarak lebih cepat berkembang pada penderita diabetes. Orang dengan kadar gula darah yang tidak terkontrol rentan mengalami berbagai gangguan mata, termasuk mengalami mata katarak.

    1. Efek Obat-obatan Tertentu

    Penggunaan steroid jangka panjang (baik oral maupun tetes mata) bisa mempengaruhi kejernihan lensa mata, memicu katarak lebih dini.

    1. Merokok dan Konsumsi Alkohol

    Gaya hidup tidak sehat, seperti kebiasaan merokok atau konsumsi alkohol berlebihan, terbukti meningkatkan risiko katarak.

    1. Katarak Akibat Radiasi

    Paparan radiasi (misalnya dari perawatan medis seperti radioterapi) bisa merusak lensa dan memicu munculnya mata katarak.

    1. Katarak Usia Muda (Katarak Prematur)

    Beberapa orang mengalami katarak lebih awal karena faktor keturunan atau kondisi medis tertentu, meski belum mencapai usia lanjut.

    Dengan penjelasan di atas, bisa disimpulkan bahwa mata katarak bukan hanya penyakit orang tua. Berbagai faktor, seperti trauma, penyakit, dan kebiasaan sehari-hari, bisa memicu katarak pada usia muda bahkan pada bayi. 

    Baca Juga : 
    Jenis Penyakit Mata yang Umum pada Remaja
    Bisakah Kantung Mata Kendur Diobati?
    Tips Mencegah Katarak yang Bisa Kamu Mulai Sejak Muda

    Yuk, Skrining Deteksi Katarak!

    Mata Katarak bisa menyerang siapa saja, tidak peduli usia, skrining mata secara rutin sangat penting. Jangan tunggu sampai penglihatan terasa buram atau silau saat terkena cahaya. Skrining mata penting untuk semua usia karena dapat mendeteksi masalah lebih dini sebelum gejalanya parah dan mencegah risiko kebutaan. Prosesnya cepat, mudah, dan tidak menyakitkan, sehingga tak ada alasan untuk menunda. Skrining pada dokter mata juga akan membantu mengetahui risiko berdasarkan gaya hidup atau riwayat kesehatan, serta menghemat untuk biaya pengobatan lanjut. Baik anak-anak maupun dewasa perlu rutin memeriksakan mata agar penglihatan tetap optimal. 

    Katarak sering berkembang perlahan, dan banyak orang tidak menyadarinya sampai penglihatannya sudah sangat terganggu. Dengan pemeriksaan rutin, kamu bisa mendeteksi masalah sejak dini dan mendapatkan penanganan tepat waktu.Yuk, segera konsultasi dokter mata dan cegah mata katarak sejak dini!

    Sumber : dr. Elly Rahmawati, Sp.M

    RELATED ARTICLES

    TINGGALKAN KOMENTAR

    Silakan masukkan komentar anda!
    Silakan masukkan nama Anda di sini

    Most Popular

    Recent Comments